Kamis, 18 September 2014

KPN Sail Raja Ampat 2014 - Part I

Seleksi & Pengumuman

Once upon a time, tersebutlah suatu program kepemudaan dari Kemenpora named Kapal Pemuda Nusantara (KPN). Untuk tahun 2014 ini, acara puncak KPN akan dilaksananakan di Raja Ampat. Maka resmilah Program KPN bertambah nama belakang menjadi KPN Sail Raja Ampat 2014. Dengan niat untuk menaklukkan rasa takut dan ditambah dengan dorongan dari sahabat-sahabat, aku pun mendaftarkan diri menjadi peserta seleksi. Seleksi diadakan tanggal 21-22 April melalui beberapa tahap yaitu tes tertulis, presentasi proposal kebaharian, interview, kemampuan seni budaya, renang, dan lari. Tahapan seleksi yang paling bikin panik itu yaa kemampuan seni budaya. Aku bukan anak seni. Aku bisa apa? H-2 Seleksi, kocar kacir lah cari guru nari yang akhirnya aku temukan di kampus. Kurang lebih 2 jam, aku diajari satu tarian paling mudah menurut dia.

 
Peserta bersama panitia Seleksi KPN Sail Raja Ampat 2014

Hari seleksi pun tiba. Sebisa mungkin aku lalukan yang terbaik tapi apa daya aku menghancurkan semuanya. Ditambah lagi peserta lainnya mempersembahkan sesuatu yang cetar kece badai. Semakin minderlah aku yang baru pertama ikut seleksi ini :') Peserta yang lulus seleksi akan diumumkan tanggal 28 April. Berhubung aku menghancurkan semua tahapan seleksi, sedikitpun aku gak ada feeling buat lulus dan gak terlalu berharap juga. Bahkan aku udah mutusin gak bakal lihat pengumuman di Kantor Dispora Pekanbaru. Yang terpenting waktu itu adalah aku udah berani mencoba hal baru meskipun belum berhasil. Tapi, apa yang terjadi? Jeng jeng jeng! Tanggal 28 April pagi hari, salah satu alumni Sail Komodo 2013 yang juga sahabat seper-geng-an aku, sukses mendaratkan surprise melalui BBM di handphone aku. "Ameeek, selamat yaa lulus KPN Raja Ampat!!" kira-kira gitulah isi pesannya. Aku yang waktu itu baru buka mata, masih bingung baca pesan dari dia. Masih bingung itu mimpi atau gak, masih bingung sebenarnya aku udah bangun tidur atau belum. Setelah berhasil ngumpulin nyawa, mandi dan sebagainya, aku langsung gas ke Kantor Dispora buat ngecek kebenarannya. Dan... memang benarlah nama aku terpampang nyata disana, di papan pengumuman. Oh God, thank you for the miracle :')

Tiga orang lainnya yang akan menemaniku berpetualang ke Indonesia Timur adalah Cici Safiti, Hendra Dermawan, dan Rizky Guspendri. Nice to meet you, guys! Selanjutnya, kami menyiapkan segala hal yang dibutuhkan dalam program mulai dari penampilan seni budaya, souvenir untuk sahabat se-Nusantara, plakat dan sejenisnya,  hingga kelengkapan hidup selama sebulan di atas kapal, 6 Agustus - 3 September 2014.

 
Rizky - Amek - Cici - Bang Hendra

Rabu, 05 Maret 2014

Krisis Percaya Diri

Kemarin pas lihat kalender masih tanggal 20 Februari, tapi ternyata sekarang udah tanggal 5 Maret aja. Terus aku kemana aja 13 hari sampai gak sadar kalo udah ribuan detik terlawati begitu aja? Aku baru sadar, time flies so fast. Dan kalian tau, what's surprising me the most? Sekarang aku udah semester 8. Iyaaa, delapan. DE-LA-PAN. Semua teori udah aku selesaikan, suka duka praktikum udah aku lewati, sekarang yang tersisa tinggal TA (TUGAS AKHIR a.k.a SKRIPSI). Such a horror life exam. Apa yang udah aku dapat dari kuliah 3,5 tahun ke belakang? Gak ada! Apa yang berubah selain umur dan physical appearance? Gak ada! Sampai sekarang, aku masih stuck di comfort zone, gak berani keluar, gak berani coba sesuatu yang baru, gak berani ambil resiko, terlalu underestimate diri sendiri. Sementara kawan-kawan di luar sana udah melanglang buana keliling Indonesia, bahkan luar negeri. Ikut program pendidikan ini itu, buka bisnis ini itu, yang udah punya penghasilan sendiri di umur segini, pokoknya terus-terusan mengembangkan apa yang mereka punya dan gak berhenti ngelihat kesempatan yang ada. Nah aku? Di antara semua teman-teman SD, SMP, SMA-ku, aku merasa paling kecil, paling less experience, kehidupannya yang paling gak ada progress, paling flat. Even, my English is getting worse. See? Aku cuma bisa sepatah dua patah kata. Kadang aku iri lihat mereka yang punya banyak pengalaman, ability, self-confidence. Gak kadang sih, hampir setiap kali aku lihat atau dengar cerita mereka, perasaan iri itu muncul. Aku iri lihat mereka yang udah bisa bikin bangga orang tua di umur segini, apalagi yang udah pada lulus di tahun ini. Yaa kebanyakan memang anak Ekonomi yang seharusnya memang udah lulus dalam 3,5 tahun dan gak bisa dibandingkan sama anak Teknik yang lulusnya 3,5 tahun itu cuma 1 dari 100 orang. Cuma, tetap aja mereka seumuran sama aku dan udah mendahului aku menyandang gelar sarjana. Ditambah, pengalaman mereka yang ini itu ini itu. Aku gak tau caranya gimana aku bisa berkembang dengan self-confidence aku yang super rendah. Sekalipun aku terus berusaha mensugesti diri buat keluar dari comfort zone, tetap aja aku gak bisa percaya sama diri aku sendiri. Iya, itu dia masalah aku selama ini. Krisis percaya diri.

Senin, 03 Februari 2014

Aku mengetahuimu cukup singkat.
Mengenalmu dengan singkat.
Membuat aku jatuh hati kepadamu itupun singkat.
Sampai aku bersedia menerimamu di bagian hati ini, kurasa itupun juga terlalu singkat.

Namun tak ada yang cukup ataupun singkat untuk menjelaskan mengapa aku mencintaimu sampai sejauh ini.

Sabtu, 21 September 2013

Hanya Isyarat

"...Aku sampai di bagian bahwa aku telah jatuh cinta. Namun orang itu hanya dapat kugapai sebatas punggungnya saja. Seseorang yang hadir sekelebat bagai bintang jatuh yang lenyap keluar dari bingkai mata sebelum tangan ini sanggup mengejar. Seseorang yang hanya bisa kukirimi isyarat sehalus udara, langit, awan, atau hujan."

Hanya Isyarat - Dewi Lestari

Sabtu, 31 Agustus 2013

KKN :')

There are moments I miss the most. There is a place I want to come back to. There are people I always remember. Yes, those are our 40 days, that is our second home, and they are eight of you.

June 24th - July 31th, 2013
Kenyataan gak selamanya sesuai harapan. Tapi, kenyataan yang gak diharapkan itu sesungguhnya menyimpan cerita-cerita baik, kisah-kisah yang patut disyukuri. Seperti cerita KKN satu ini..

Awalnya, saya berharap dapat lokasi KKN yang sedikit jauh dari rumah, yang dekat pantai. Tapi apa daya, Tuhan lebih memilih Rumbai sebagai tempat mengabdi saya selama 40 hari. Sempat mengutuk dan merengek-rengek, tapi semua itu luntur seiring saya mengenal sembilan orang aneh dalam hidup saya, my new family..

Left to right (atas) : Teguh - Ab - Razak - Jamal - Weldy
(bawah) : Utet - Kiki - Beautiful Lady :p - Ocha - Muti

Sri Hertati atau dia lebih suka dipanggil Utet. Taluk Kuantan, funny, silly, Chelsea, sleepy head. It's her. For the first time we met, dia gak menunjukkan tanda-tanda "teman-yang-asik-able". Lebih sering diam, jarang mengeluarkan pendapat. Tapi, setelah sehari dua hari sekamar dengan dia, saya sadar kalo pendiam cuma kesan pertama. Dua hal yang paling saya ingat dari Utet : Pertama, dia terkadang bicara pakai bahasa Taluk dan itu lucu. Sampai-sampai kami hapal beberapa kosakata dalam bahasa Taluk yang sering diucapkannya. Kedua, dia selalu ketakutan kalau saya goda, saya gombalin, saya "olah", seperti saya bakal jatuh cinta sama dia saja (-_-") I'm still normal, babe *eh.

Rizky Amelia atau Kiki, si Sekretaris. Dia adalah yang paling mature di antara sepuluh orang yang KKN di Kelurahan Meranti Pandak ini. She is good at cooking and reading Al-Qur'an. Dia yang menyisirkan rambut, memijit ketika kami capek, memarahi ketika kami bertingkah aneh-aneh. Dia seperti sesosok Mama bagi kami. Mama yang dewasa ini juga punya sisi lucu yaitu when she was mad at us using Javanese language. "Repetan" Mama Kiki ini bisa lebih panjang dari kereta api. Tapi semua repetan itu useless karena kami sama sekali gak ngerti bahasa Jawa. In the end, we just laughed after listened to her. Ah Mama, I miss your 'repetan'.

Beautiful Lady. It's me :p Si Bendahara, Kopites, bad at cooking. Saya pernah beberapa kali masak, dan semuanya kacau (-_-") Masakan yang paling mendekati normal yang pernah saya masak adalah... ikan teri. Selain itu, semuanya abnormal. Ditambah lagi insiden-insiden kecerobohan yang saya buat selama proses memasak, seperti minyak yang tumpah, kain yang terbakar, dll. Menyandang gelar "tukang olah of the year". Korbannya? Utet - Weldy - Teguh. Tapi dibalik semua itu, saya adalah wanita bermental baja (._. )9. How come? Ask them --> |Sembilan manusia aneh|

Rossi Rosalina atau Ocha. Chelsea and the most white-skinned. Saking putihnya dia, pernah ada Ibu-ibu sana yang bilang kulitnya kayak ubi bakubak. Oh maaaan (._. ) Selain itu, dia satu jurusan dengan saya. Hampir tiap hari ketemu di kampus, jadi saya gak punya kesan spesial buat dia. Maaf ya Ocha :p

Chimutia Audithia atau Muti. Orang Pekanbaru, hemmm loyal (?). Datang pagi pulang sore. Datangnya itu waktu lagi ada kegiatan. Jadi, saya ataupun delapan orang aneh lainnya gak terlalu dekat sama dia karena dia gak tinggal di posko. Itulah kenapa di awal cerita saya bilang "eight of you", bukan "nine of you".

Teguh Rahmat Saputra. Kadang childish, kadang bisa dewasa juga, Manchester City. Motto : Dima bumi dipijak, disitu bahaso Minang dipakai. Bahasa Indonesianya aja gak lebih bagus dari Bahasa Minangnya. Sampai-sampai di momen-momen penting pun bahasa Minangnya masih kebawa-bawa. Waktu lagi ngajar di SD misalnya. Tapi Minang ataupun Indonesia, logatnya tetap sama : Minang. Jadi, tiap-tiap dia ngomong apa aja, pasti saya bawaannya pengen ketawa, soalnya logatnya itu menggemaskan. Nada ketawanya sama lucunya dengan logat Minangnya. Dia juga salah satu korban "olahan" saya.

Abdullah atau pangkas saja namanya jadi Ab. Seperti mobil-mobilan atau kuda-kudaan, dia itu ustad-ustad-an. Tiap foto selalu ready dengan pose dangdut andalannya, menggelikan (-_-") Hemmm, I didn't know him too much.

Abdul Razak. Pendiamnya kelewatan. Betul-betul ngomong kalau ada yang nanya aja. Itu pun jawabannya dikit, benar-benar secukupya. Kalau gak ditanya, yaa gak ngomong. Apalagi kalau gak diajak ngomong. So, I didn't know what kind of person he actually was.

Jamaluddin Harahap a.k.a Jamal. Officially Kordes for the first time hingga akhirnya jabatan itu beralih ke Weldy di sisa-sisa hari pengabdian. Dia lucu, lucu, dan lucu. Innocent face-nya itu yang paling lucu. Tiap abis bikin jokes pasti dia pasang wajah gak bersalah dan membiarkan kami tenggelam dalam tawa. Tanggung jawab! Kadang gak berhenti ketawa lihat wajah dia yang lucu itu. Tapi sekalinya dia gak suka sama sesuatu atau seseorang, dia pasti langsung bilang. Kalau ngapa-ngapain gak pakai basa-basi. Coba aja ngobrol sama dia sambil pegang makanan, belum diatawarin juga udah diambil. Dia satu-satunya yang ngerti bahasa planetnya Mama Kiki kalau lagi "merepet". Bukan, dia bukan Jawa tapi Batak.

Weldy Al Fharied. Z. Si Korcam (Koordinator Kecamatan) merangkap Kordes (Koordinator Desa) di akhir periode, football player, Manchunian, silly guy. Benar-benar gak punya malu ngelakuin hal-hal bodoh di depan orang banyak, contohnya... banyak. Story teller.. eh maksudnya tukang cerita. Beda kan ya? Cerewetnya saing-saingan sama emak-emak yang lagi shopping di Ramayana. Dan dia adalah the best "tukang cemeeh" ever. Siapa targetnya? Manusia-manusia tak berdosa yang ada di sekitarnya, termasuk si beautiful lady. Untungnya si beautiful lady punya mental baja (._. )9 Tapi satu kelemahannya adalah.. suka salting kalau saya gombalin, sampai-sampai badannya "cayia"..

Mungkin segitu dulu.. perkenalannya (._. ) Jadi, sepanjang itu masih perkenalan? Setdaaah (-_-") Jangan kebanyakan ngeluh, lanjut aja dulu ceritanya. Yuk mari..

Kantor Lurah Meranti Pandak adalah korban selanjutnya untuk dijadikan Posko KKN. Berhubung lantai dua kantor jarang dipakai, disanalah kami suka bikin acara. Untuk tempat tinggalnya sendiri, cowok dan cewek dipisah. Cewek di salah satu rumah warga, dan cowoknya yaa di lantai dua kantor lurah itu. Pukpuk anak cowok.. Alhamdulillah, tempat tinggal cewek bisa dibilang lebih dari cukup. Dapur ada, kamar mandi bersih, kamar tidur pakai springbed, TV, kipas angin, daaan... balkon! Iya, kami punya balkon! Horeee. Itu mah enak namanya (-_-") Berhubung kami para wanita hidup bergelimang harta dan di kantor lurah cuma ada fasilitas kipas angin, jadinya para lelaki menyedihkan itu suka nongkrong di tempat kami. Di rumah yang kami tumpangi ini, hiduplah sebuah keluarga yang terdiri dari Bapak Ocu, Ibuk May, Laras, dan Abangnya Laras. Keluarga ini baik pakai banget. Ditambah lagi saurada-saudara dan keponakan Buk May yang suka datang meramaikan rumah. Ada Dedek, Abangnya Dedek, dan Mamanya mereka. Dedeknya... maniis. Sayang, baru masuk kuliah (._. ) *minumbaygon*

Program kerja kami banyak. Program kecil-kecilan semua, gak ada yang wah. Tapi Alhamdulillah sebagian besar programnya pada jalan. Misalnya ngadain bimbingan belajar, didikan subuh, ngajar anak-anak di SD, gotong royong di TPU, gotong royong di mesjid, bantu-bantu Posyandu, buka bersama sekelurahan, dll.

40 hari hidup di Meranti Pandak itu.. ramai. Ramai sama bocah-bocah yang dari pagi udah sibuk teriak-teriak manggil kakak-kakak KKN-nya. Ramai sama lengkingannya Bapak yang manggil-manggil Ibuk atau Laras. Ramai sama suara ributnya anak cowok yang heboh bangunin sahur. Ramai sama ponakan-ponakan kecil yang nangis waktu disuntik. Ramai sama lagu-lagu Minang yang tiap hari gak pernah absen diputar di rumah tetangga sebelah. Ramai sama goyangan Cesar yang gak berhenti bikin ketawa. Ramai sama suara batu domino yang dibanting-banting. Ramai sama suasana kebersamaan, kekeluargaan.. Aih jadi melankolis gini (._. ) *nangis*

Banyak momen-momen yang pastinya gak bisa dilupakan, yang pastinya cuma sekali terjadi dalam hidup. Mulai dari sahur, buka, taraweh, tadarus bareng. Bolos taraweh dengan berbagai macam alasan. Nonton bola bareng di posko cewek. Main UNO di bundaran Caltex waktu orang lagi solat taraweh. Ngajar adik-adik di SD yang bandelnya ampun-ampunan. Sekali-kalinya asbuh di jembatan leighton bareng adik-adik yang abis didikan subuh. Buka catering-an buat buka bersama pejabat-pejabat kelurahan. Hujan-hujanan bertiga satu motor. Hiking ke Air Terjun di Kuntu. Banyak.. Kalau disebutin semua, lembaran blog + karakter hurufnya gak bakal cukup.

Bagi saya, KKN itu bukan sekedar mengabdi ke masyarakat. Tapi bertemu orang-orang baru yang pada akhirnya tau gimana saya luar dalam. Bagi saya, KKN itu bukan sekedar program kerja. Tapi kebersamaan yang tercipta sampai akhir..

Second Home ♥

Santai Sore..

Domino. Bosan domino, lanjut UNO~

Didikan Subuh


Ngajar SD

Posyandu


Hiking ~ Batu Dinding Waterfall - Kuntu
.
Something you have to know is memories don't change while people do.. Wish we still keep in touch. I miss you, guys ♥


Sincerely,
Amek - Girl who is waiting a moment like KKN to happen again..


Minggu, 24 Februari 2013

Mengenang, Tanpa Mengulang

Ada lagu-lagu yang begitu terputar, ingatan langsung terlempar ke sebuah kenangan. Ada tempat-tempat yang begitu didatangi, pikiran langsung melayang ke sebuah kenangan. Ada wewangian yang begitu terhembus, alam bawah sadar langsung memanggil kenangan. Pada dasarnya kenangan itu mengikuti, begitu kita memutuskan berjalan ke depan.

Ada airmata yang mungkin tumpah, menyesali kenangan yang tidak bisa berulang. Ada senyum lega yang mungkin berburai, mensyukuri kenangan yang akhirnya tercipta. Ada pahit, agar tau rasanya manis. Ada manis, agar tidak lupa bahwa yang ada bukan hanya pahit. Kita punya kenangan, untuk bisa mengambil pelajaran pahit manis itu. Untuk bisa menemukan pijakan yang cukup mantap dalam melanjutkan perjalanan. Kemana? Kita juga tidak tahu.

Satu semester lalu, bahkan mungkin setahun lalu, ada air mata yang masih tumpah. Ada patah-patah yang meremah, ada pedih-pedih yang merajam, rasanya seperti bersiap mati berdiri, hanya dengan mengenang. Bukankah memang rasanya lebih baik mati, daripada kehilangan kenangan yang dianggap potongan surga saking indahnya?

Malam ini? Cuma ada senyum lega. Senyum syukur. Senyum bangga. Senyum ikhlas.

Ada hal-hal yang dibiarkan Tuhan hilang, agar kita menemukan yang baru. Mungkin hal yang lama itu sudah tidak bisa lagi memberi pelajaran, tidak bisa lagi membahagiakan, bukan lagi yang terbaik. Mungkin ada hal baru yang sejak kita belum lahir pun sudah dituliskanNya. Kita akan berpindah. Kita harus bertemu fase demi fase, sebelum sampai pada tujuan akhir. Dan kita harus punya kenangan, mau pahit mau tidak, yang penting kita punya sesuatu untuk dikenang. Untuk dipelajari.

Pada akhirnya semua hanya masalah waktu. Bukan masalah sudah berpengganti atau belum. Pada akhirnya kita butuh jeda, entah panjang entah pendek, untuk menerima bahwa tidak ada kenangan yang bisa berulang. Untuk meyakini bahwa cara Tuhan mengambil kenangan dan tidak mengizinkannya berulang itu berarti bukti bahwa Tuhan sayang. Bahwa kita tidak boleh memakan labi roti yang sudah berjamur. Bahwa untuk tahu akhir kisah berseri, kita harus membeli seri baru setelah selesai membaca satu seri, karena mengulang-ulang seri yang sama tidak akan membawa pada akhir apa-apa.

Pada akhirnya, luka butuh waktu untuk pulih, dengan atau tanpa obat.

Akan sampai juga waktunya, dimana mengenang itu melegakan. Semacam pengingat syukur, berterimakasih pada setiap kesempatan Tuhan yang sudah membiarkan kita menemukan. Yang sudah membuat kita kehilangan. Akan sampai juga waktunya kita menikmati setiap mengenang, tidak lagi berharap terulang, dan justru berterimakasih karena sudah hilang sekalian dan tidak kembali lagi. Waktunya akan sampai. Tinggal bagaimana sikap menghadapinya sejak sekarang, mau mulai ikhlas dan realistis atau tidak..


-dikutip dari crescenthemum.tumblr.com-

Sabtu, 20 Oktober 2012

Kata Hati

Hati yang rusak memang mencintai kenangan, walau sadar di dalamnya bnyak luka dan kekecewaan yang tak pernah sembuh. Itulah manusia, semakin sakit semakin ingat.

Bernard Batubara - Novel Kata Hati